Halo kamu. Iya kamu, masih ingat
aku? Haha mungkin tidak ya, meskipun aku enggan untuk mengakuinya. Habisnya,
lama aku tidak mendengar kabarmu. Bagaimana sekolahmu? Terakhir bertemu waktu perpisahan sekolah, iya kan? Oke, kita memang jauh,
memang. Mungkin sudah lama sejak pertama bertemu, I had fallen. Haha
bahkan sampai sekarang, setiap mendengar namamu saja, rasanya… ahsudahlah.
Waktu itu kamu juga suka anime kan? Jerman juga. Haha kita memiliki kesamaan, dan itu menyenangkan meskipun bukan poin yang penting sama sekali. Oya, kita juga pernah adu catur, tapi tentu saja aku yang kalah haha-_- Kamu pasti ingat ini, kamu pernah dikeluarkan dari kelas waktu ulangan matematika karena keringetan banget habis main benteng, sialnya aku juga termasuk.
Waktu itu kamu juga suka anime kan? Jerman juga. Haha kita memiliki kesamaan, dan itu menyenangkan meskipun bukan poin yang penting sama sekali. Oya, kita juga pernah adu catur, tapi tentu saja aku yang kalah haha-_- Kamu pasti ingat ini, kamu pernah dikeluarkan dari kelas waktu ulangan matematika karena keringetan banget habis main benteng, sialnya aku juga termasuk.
Haha itu sudah lama sekali, meskipun rasanya baru kemarin. Alasanku menyukai seseorang memang konyol, maka dari itu aku malas menceritakannya ke siapa pun. Ya, sangat konyol.
Oya, aku masih menyimpan benda darimu loh. Oke, itu adalah barang yang pernah kupinjam, dan sampai sekarang belum sempat dikembalikan haha. Kok lebih mirip kasus pencurian, ya -_- Maaf, aku tidak bermaksud begitu, sungguh. Hanya saja, aku belum sempat mengembalikannya. Jika bertemu, akan kukembalikan kok. I just want to tell you that I ever liked you, thank you. Satu tahun, yang tak terbalas. Mungkin lebih, haha. Dan kamu bahkan tidak mengetahuinya. What a funny thing of me. Haha.


0 comment:
Post a Comment